Festival TIK 2014 untuk Rakyat di Kota Manado


pembukaan festik copy

Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2014 yang diadakan pada tanggal 3 – 4 Juni 2014 di Lion Plaza Hotel Manado, Sulawesi Utara berlangsung sangat meriah dengan ribuan pengunjung memadati acara ini. Pada pembukaan hari pertama dihadiri pula oleh para pejabat seperti : Dirjen Aptika Ir.Bambang Heru Tjahjono,M.Sc, Staff Ahli Menkominfo Bid. Sosial Budaya Djoko Agung, Staf Ahli Menkominfo Bid. Komunikasi dan Media Masa Hendri Subiakto, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Fetty Fajrianti, Direktur Pemberdayaan Informatika Septriana Tangkary, Kejaksaan Tinggi Sulut Taufik Hidayat, SH, Wakil Walikota Manado Dr.Harley Mangindaan SE.MSM dan para Pejabat di lingkungan Pemprov Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Lagi

Rakernas Ke-III Relawan TIK 2014 diselenggarakan di Kota Manado


banyumurtiRelawan TIK Indonesia adalah organisasi sosial masyarakarat yang dibentuk atas inisiatif dan dibina oleh Kementrian Informasi dan Komunikasi, yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan/ ilmu pengetahuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat Indonesia yang dilatar belangi oleh pesatnya pengembangan serta pemanfaatan di bidang TIK dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa.

Organisasi Nasional ini secara resmi berdiri pada tanggal 4 Juli 2011, dan sesuai program kerja untuk setiap tahunnya mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Di Tahun 2014 merupakan Rakernas ketiga bagi Relawan TIK Indonesia yang mana Kota Manado dipilih sebagai tempat destinasi penyelenggaraan kegiatan ini. Rakernas Relawan TIK diadakan pada tanggal 1 -2 Juni 2014 betempat di Hotel Lion & Plaza – Manado dan bermarathon dengan Event Nasional Festival TIK 2014 untuk Rakyat pada tanggal 3 – 4 Juni 2014 di lokasi yang sama.

Lagi

Festival TIK 2014 Estafet ke Kota Manado


festikFestival TIK merupakan acara Nasional Tahunan tentang Teknologi Informasi dan Komunkasi yang diselenggarakan Kementerian Kominfo untuk mengumpulkan semua insan/ komunitas TIK/ media/ lembaga pendidikan/ pemerintah dan pihak swasta/ bisnis yang terkait dengan TIK berkumpul dan membangun kerjasama yang konstruktif dalam mempertemukan kebutuhan masyarakat akan perlunya penerapan dan pemanfaatan TIK dengan para stake holder.

Festival TIK pertama kali dilaksanakan tahun 2012 di Kota Bandung dengan tema “Wilujeng Surfing” berlanjut pada tahun 2013 di Kota Surabaya dengan tema “Jer Basuki Mowo Tekno” dan berestafet pada Tahun ketiga 2014 Kota Manado mendapat kepercayaan menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan event ini, yang diadakan pada tanggal 3 -4 juni 2014 di Plaza Hotel Lion dengan mengusung tema “Si Tou Timou Tumou Tou Deng TIK” yang artinya dengan Teknologi Informasi Komunikasi maka seseorang dapat men’cerdaskan orang lain.

Lagi

Kota Manado Harus Mampu Menggelar Konser Musik bertaraf Internasional


Jika kita amati berita entertainment baru-baru ini, terliput kabar bahwa penyanyi berkelas Internasional “ Lady Gaga ” akan membatalkan  konsernya di Jakarta dengan alasan keamanan karena pihak Kepolisian tidak memberikan ijin akan digelarnya konser ini. Jika ditelusuri lebih lanjut,  alasan pihak Kepolisian tidak mengeluarkan ijin  akibat desakan sejumlah ormas berbasis agama tertentu untuk melarang diadakannya konser ini dan mengancam  bertindak anarkis bila konser tetap dilaksanakan di Jakarta karena mereka menganggap  Lady Gaga dapat menyesatkan masyarakat Indonesia karena  secara terang – terangan Lady Gaga mengakui dirinya sebagai “Mother Monster”.

Lagi

Manado Menjadi Kota Model Kerukunan Umat beragama


Manado menjadi trending topik saat ini dalam hal kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, banyak kalangan menilai Kota manado adalah daerah yang paling rukun, nyaman  dan damai se-Indonesia, Pemerintah Pusat pun mengakuinya. Jika kita telusuri lebih jauh alasan terciptanya Kota yang nyaman dan damai ini, tidak terlepas dari peran beberapa  faktor berikut ini, yaitu:

Lagi

Kerukunan Beragama Dalam Kehidupan Bersosial


Harus disadari Indonesia merupakan Negara multikultur, multiethnis dan multireligi yang memiliki perbedaan-perbedaan secara sosial maupun mendasar, seperti perbedaan suku, budaya maupun agama. Seiring dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat, terbentuklah suatu gejolak dinamika sifat hidup paling mendasar yaitu kenyakinan beragama. Dapat diartikan masyarakat saat ini lebih cenderung tidak lagi membedakan suku, ras dan ethnis, akan tetapi sudah mengerucut dengan perbebedaan yang  paling prinsip dalam interaksinya antar pemeluk agama.

Lagi

Kota yang Nyaman dan Damai


Kota Manado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara yang terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada posisi geografis  124°40′ – 124°50′ BT dan   1°30′ – 1°40′ LU dengan luas wilayah daratan adalah 15.726 dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan serta memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua sungguh kota yang menakjubkan nan indah.

Lagi

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: