Kerukunan Beragama Dalam Kehidupan Bersosial


Harus disadari Indonesia merupakan Negara multikultur, multiethnis dan multireligi yang memiliki perbedaan-perbedaan secara sosial maupun mendasar, seperti perbedaan suku, budaya maupun agama. Seiring dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat, terbentuklah suatu gejolak dinamika sifat hidup paling mendasar yaitu kenyakinan beragama. Dapat diartikan masyarakat saat ini lebih cenderung tidak lagi membedakan suku, ras dan ethnis, akan tetapi sudah mengerucut dengan perbebedaan yang  paling prinsip dalam interaksinya antar pemeluk agama.


Perbedaan beragama menjadi sesuatu yang paling sensitif dibandingkan dengan perbedaan lainnya, dapat kita lihat dalam pergaulan berbangsa, bernegara dan dunia,  agama seringkali menjadi acuan dasar dan prinsip  dalam hal berinteraksi secara sosial & politik. Sebagai contoh : Perbedaan agama menjadi pemicu konflik di beberapa daerah – daerah Indonesia ( Poso, Maluku, dsb), contoh yang lain di pergaulan dunia terjadi pada saat masa Presiden RI K.H. Abdurrachman Wahid (Gus Dur) yang hendak membuka hubungan diplomatik Israel-Indonesia, tindakan itu mendapat kecaman serius dari negara-negara Arab dan sebagaian umat islam di Indonesia.

Bagaimanapun juga kita manusia adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam menjalankan hidup ini siapa pun itu, oleh karena itu kita dituntut untuk  saling berinteraksi dan bergaul dengan manusia lainnya. Karena kita membutuhkan orang lain maka hal yang perlu kita terapkan dalam interaksi sosial adalah dengan menciptakan kondisi yang terbaik. Kondisi terbaik itu adalah kerukunan antar pribadi dan mengakui perbedaan dalam hidup yang beragam di tengah masyarakat. Dengan cara seperti ini, maka kita dapat menjadi mahluk sosial yang seutuhnya.

Memang pada dasarnya manusia juga makhluk beragama yang mempunyai tingkat kepercayaan terhadap sesuatu yang dinyakini dengan sepenuh hati dan diwujudkan dalam setiap kegiatan hidupnya. Dengan agama yang dianutnya, maka manusia dapat melakukan berbagai aktifitas kehidupannya.

Sebagai mahluk sosial yang beragama sudah seharusnya kita memiliki konsep hidup sebagai bagian yang terintegral dalam beragam perbedaan termasuk perbedaan beragama didalamnya, untuk itu kehidupan kita harus tetap dijaga kelestarian dan kelangsungannya agar keberadaan kita manusia tetap nyaman sehingga tercapainya rasa damai di sekeliling kita . Yang harus disikapi secara bijak adalah sifat fanatisme (berlebihan) dapat melahirkan tindakan dektruktif ditengah kehidupan bermasyarakat, karena masing-masing orang ataupun kelompok masyarakat pasti mempunyai latar belakang yang berbeda yang cenderung mencari persamaan di tengah perbedaan.

Kerukunan umat beragama sangat menentukan kondisi kehidupan kita di masyarakat. Jika kita manusia masing – masing memegang teguh persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat maka akan terciptanya komunikasi dan interaksi yang baik dengan impact dapat menghindarkan berbagai konflik yang mungkin terjadi di tengah – tengah kehidupan bermasyarakat.

Jika kita ingin hidup nyaman dan penuh kedamaian dalam keragaman beragama mengapa kita harus bertikai dengan kondisi seperti itu??? Bukankah kita manusia adalah makhluk ciptaan TUHAN yang sama !!! dan dari keturunan yang sama??!! Adam dan Hawa, Lantas mengapa harus ada darah yang tumpah ke tanah dengan mengatasnamakan pedang agama tertentu???? Kita semua adalah bersaudara sedarah dan setanah air satu Indonesia di dalam balutan sebuah Dunia yang indah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Salam Damai dan Cinta Kasih…..

Oleh. Billy J. Lasut

About these ads

1 Komentar (+add yours?)

  1. manadonyaman
    Mei 19, 2012 @ 13:32:13

    Nice ,,,,

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Visit Indonesia (indonesia.travel) — Destinations

  • Nikoi Island
    The island of Bintan in the Riau Islands Province never ceases to amaze visitors with its enchanting natural landscape. The smooth roads on this island, accompanied by spectacular sceneries are ready to take you to some of the amazing splendors beyond your imagination. One of these roads will  lead you to a secluded small island off the coast of Bintan: Niko […]
  • Bintan Lagoon Resort
    Another fully integrated resort on the north coast of Bintan island is the sprawling  Bintan Lagoon Resort.Covering a total area of over 300 hectares,  Bintan Lagoon offers  470 luxurious suites and villas, two championship golf courses, a dedicated  Convention Centre, an array of seasports and land-based activities for the whole family, a number of internat […]

RSS Visit Indonesia Event RSS

  • Asia Pacific Downhill Challenge 2015
    Kota Lubuklinggau di Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah balap sepeda gunung se-Asia dalam kompetisi bertajuk Asia Pacific Downhill Challange (AFDC). Acara ini berlangsung pada 6-8 November 2015 dan akan diikuti 50 peserta dari berbagai negara.   Ikatan Sepeda Sport Indonesia Kota Lubuklinggau telah melakukan berbagai persiapan diantaranya mendaftarkan […]
  • Jakarta Marathon 2015
      Festival City Marathon atau lebih dikenal dengan nama Jakarta Marathon kembali hadir di tahun ketiganya. Event internasional tersebut akan digelar pada Minggu, 25 Oktober 2015. Lokasi start dan finish tetap sama yakni di kawasan Silang Monas, Jakarta. Jakarta Marathon nanti akan melombakan kategori yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu: full marathon 42 […]

RSS Visit Indonesia News RSS

  • Gema Angklung di Bandung Pecahkan Rekor Dunia Baru
    Bandung bergema dengan permainan angklung dari lebih 20.000 orang secara bersamaan dalam acara "Angklung for The World" yang berlangsung di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (23/4). Acara ini bertujuan untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia sekaligus mewarnai perayaan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika.   Pertunjukkan "Angklung […]
  • Jokowi Buka Serangkaian Acara Perayaan 60 Tahun KAA
    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka serangkaian acara perayaan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (PKAA) di Jakarta Convention Center, Selasa (22/4). Peresmian ini dihadiri oleh delegasi dari 105 negara Asia dan Afrika, 15 negara pengamat dan organisasi internasional, serta berbagai komunitas foto.   Tahun ini juga menandai satu dekade […]
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: