Musik Bia


Musik Bia adalah salah satu musik tradisional yang hampir punah. Alat musik ini terbuat dari rumah kerang/keong yang besar. Jenis alat musik aerophone ini (mengeluarkan bunyi dan iramanya bila dihembuskan udara) merupakan khas estetika musik masyarakat daerah pesisir pantai, seperti: Likupang, Amurang, Tanawangko, Kema, dan pulau-pulau di Sangihe, Sitaro dan Talaud.

Pada awalnya sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik. Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Video Orkes Musik Bia
Persembahan Institut Budaya Sulawesi Utara

Referensi.

http://pesonamdo.wordpress.com
http://www.youtube.com

1 Komentar (+add yours?)

  1. http://grzybowo.cba.pl/profile.php?mode=viewprofile&u=478
    Jun 02, 2013 @ 17:50:30

    It’s really a nice and helpful piece of information. I’m happy
    that you simply shared this helpful information with us.

    Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: